
Rakyat Amerika telah memilih dan mempercayai seorang presiden kulit hitam pertama dalam sejarah mereka. Barack Obama menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat, menjadi pemimpin negara adidaya tunggal yang sedang dirongrong krisis ekonomi dan perang yang tak berkesudahan. Obama mengakhiri kampanye panjangnya selama 22 bulan sebagai pemenang. Seorang tokoh yang lahir dalam persimpangan budaya dunia telah muncul, dan dunia akan menantikan sejauh apa pencapaiannya.Meski namanya baru dikenal publik Amerika Serikat (AS) sekitar 2 tahun lalu, namun kehadirannya sudah mampu menandingi pesaing lainnya dalam kancah kandidat presiden AS. Barack Obama dikenal sebagai seorang sosok politisi yang senang berkomunikasi baik langsung maupun tidak dengan warga AS. Beliau seringkali menuangkan isi pikiran, pendapat serta ide-ide barunya yang dikemas dalam sebuah audiofile podcasting yang selalu bisa diakses oleh publik di seluruh dunia.
Suaranya yang bersahaja dan ramah mengesankan seolah-olah beliau sedang berbicara langsung secara personal kepada para pendengarnya. Hal ini tentunya patut dijadikan sebuah keuntungan yang belum tentu dimiliki oleh setiap politisi dimanapun.
Siapakah Obama sebenarnya? Ia mengaku dirinya adalah anak dari ayahnya yang berdarah Kenya yang kesehariannya menggembala kambing. Suatu masa, ayahnya mendapat beasiswa untuk belajar di AS, dimana ia akhirnya menikah dengan seorang wanita berkulit putih dari Kansas. Walaupun orang tuanya tidak kaya, tapi mereka berhasil menyekolahkan anaknya di Harvard.
Banyak faktor penyebab terbunuhnya Presiden Amerika Serikat. Dalam hal Barack Obama, ada dua factor yang membuatnya memiliki kemungkinan untuk menjadi sasaran pembunuhan jika benar benar terpilih menjadi George W, Bush. Pertama dia berkulit hitam, meskipun sebenarnya hanya separuh berkulit hitam. Keduanya lebih parah, dia mungkin pernah beragama Islam. Menjadi Islam di Amerika, tulis majalah Madina edisi Febuari 2008, adalah sesuatu yang rupanya aib.
Banyak warga Amerika tersebut, yang mempercayai bahwa rasisme di Amerika masih hidup. Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras, atau golongan tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur yang lainnya.
Rasisme ini bergejolak, dan sudah pernah menjadi tragedi yang berulang ulang dengan beberapa presiden Amerika sebelumnya. Ini terjadi karena adanya kaum rasis, dan orang orang yang tidak bertanggung jawab, dan hanya untuk memperebutkan kekuasaan.
Menurut Philip Adams, di seluruh Amerika Serikat, fatalism di dorong oleh satu kultur kekerasan yang tersebar luas, ratusan juta senjata api, teori-teori konspirasi, dan pengalaman pahit. Para presiden dan kandidat presiden menjadi target utama orang orang gila, yang sebagian besar melakukannya sebagai pekerjaan.
Dalam sejarah Amerika Serikat, empat presiden yang menjabat tumbang oleh peluru : Abraham Lincoln, James Garfield, William Mckinley, dan John F. Kennedy.
ABRAHAM LINCOLN (12 Febuari 1809 - 15 April 1865) adalah presiden ke 16 Amerika Serikat, menjabat sejak 4 maret 1861 sampai di bunuh. Lincoln dibunuh karena kurangnya penjagaan saat ia menonton drama Our American Cousin pada 14 April 1865.
JAMES ABRAM GARFIELD (19 November 1831 - 19 September 1881) adalah presiden ke 20 Amerika Serikat. Garfield merupakan presiden kedua AS yang terbunuh. Garfield ditembak Charles J. Guiteau, yang kecewa karena gagal mempertahankan jabatan federalnya. Dan beliau ditembak pada 2 juli 1881.
WILLIAM MCKINLEY, JR. (29 Januari 1843 – 14 September 1901) adalah presiden ke 25 AS, dan veteran terakhir Perang Sipil yang terpilih jadi presiden. Massa jabatan pertamanya dari 1897 – 1901, kemudian terpilih lagi. Dia dibunuh Leon Czolgosz, seorang penganut anarkisme, yang memandang bahwa masyarakat bias dan harus dikelola tanpa sebuah Negara yang koersif. Ia ditembak pada 5 September 1901, di sebuah pameran Pan-American di Buffalo, New York.
JOHN FITZGERALD KENNEDY (29 Mei 1917 - 22 November 1963), sering disebut John F. kennedy adalah presiden ke 35 Amerika Serikat. Jabatan kepresidenannya terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada 1963 yang dilakukan oleh seorang sniper bernama Lee Harvey Oswald. Pembunuhan presiden Kennedy adalah pembunuhan yang paling melekat di benak masyarakat AS, karena di lakukan di depan orang banyak dan sempat di rekam.
Empat kejadian tersebut sudah banyak membuat banyak berlinang darah dan air mata. Dan tragedi inipun terkadang masih menjadi dendam di benak masyarakat. Dan masyarakat berharap agar tidak terjadi tragedi seperti ini lagi di kemudian hari.
Source:
- Hermawan Aksan. 2008. Jangan Bunuh Obama!. Mizan. Bandung, Indonesia.
- www.google.com
- www.yahoo.com